Matinya Kepakaran

Meta

Sudah menjadi kodrat alamiah manusia untuk selalu ingin tahu. Rasa keingin-tahuan serta insting untuk bertahan hidup, membuat mereka selalu berinovasi. Seiring waktu, pengetahuan umat manusia kian meningkat. Saat meramu dan berburu di sadari membuat mereka rentan diserang binatang buas, manusia mulai untuk bercocok tanam dan berkebun. Saat mereka sadar tidak memiliki kuku setajam singa, manusia berhasil menemukan senjata yang terbuat dari batu. Yang demikian terus berlanjut hingga sukses membawa umat manusia kepuncak pengetahuan yang tidak pernah mereka bayangkan. 

Setidaknya terdapat empat lonjakan besar teknologi dalam sejarah umat manusia yang mengubah gaya hidup secara signifikan. Mulai dari penemuan mesin uap pada 1712 oleh James Watt yang berujung pada revolusi industri pertama. Kemudian dilanjutkan dengan industrialisasi pada abad ke 19, revolusi digital di awal abad ke 20 dan yang terakhir industri 4.0. 

Perkembangan tersebut turut mengubah lanskap sejarah umat manusia. Perubahan dalam salah satu struktur masyarakat, akan membawa perubahan pada struktur yang lainnya. Penumuan artificial intelegen yang menjadi fondasi dasar dari revolusi industri 4.0, telah mengubah banyak aspek kehidupan. Otomasi yang menjadi ciri khas dari revolusi tersebut, berhasil mengubah gaya hidup manusia menuju serba instan. Kecepatan menjadi mimpi di siang bolong bagi manusia untuk diterapkan dalam berbagai aspek. 

Yang ingin disoroti penulis adalah perkembengan teknologi di bidang informasi. Sebab, bidang inilah yang sepertinya paling berpengaruh dalam setruktur masyarakat hari ini. Gaya hidup instan membuat berbagai pihak berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat dalam menjawab kebutuhan konsumennya. Informasi berseliuran di mana-mana, bahkan dengan sangat instan bisa dibaca melalui ponsel dalam saku. Berbagai aplikasi yang dengan cepat memberikan jawaban pertanyaan-pertanyaan juga bermunculan. Chat Gpt misalnya, yang memberikan jawaban dengan sangat cepat. Hanya dengan sepatah kata, berparagraf-paragraf opini bisa selesai dalam sekejap mata.

Matinya Kepakaran

Perkembangan teknologi terutama di bidang informasi, telah menciptakan tatan masyarakat yang lebih egaliter. Media-media massa hari ini, telah memungkinkan untuk diakses oleh semua kalangan. Memungkinkan untuk para penggunanya berinteraksi langsung antar pengguna. Setiap orang diberikan kemudahan dalam menyampaikan gagasan. 

Mungkin sepintas justru itu adalah keberuntungan. Hak menyampaikan pendapat lebih terjamin dan lebih mudah. Namun, jika melihat pengguna platform media massa yang beragam latar belakang, justru akan sangat berbahaya. Bukankah kebebasan berpendapat tersebut sudah dimiliki semua orang, termasuk orang yang tidak ahli di bidangnya. 

Apalagi diperparah dengan kecendrungan masyarakat kita hari ini yang lebih percaya pada jumlah followers daripada latar belakang keilmuan. Masyarakat kita lebih percaya kepada ucapan penceramah yang sedang tenar, daripada ulama yang jelas-jelas diketahui sanad keilmuannya. Kita lebih percaya kepada konten kerator yang entah darimana asalnya, daripada ungkapan seorang ahli yang tekun dibidangnya.

Fenomena tersebut yang di sebut oleh Tom Nichols (Matinya Kepakaran) sebagai matinya kepakaran. Betapa publik hari ini lebih percaya kepada ucapan celebrity di sosial media daripada mengacu pada seorang yang ahli di bidangnya. Hari ini orang didengar bukan karena seorang ahli. Orang didengar berkat pengaruhnya di media massa.

Diperparah kemudian oleh para pemilik kepentingan yang dengan sengaja mempropagandakan tujuannya demi kepentikan pribadi. Strategi firehosing, sering dilakukan pelaku, untuk mengkontruksi pandangan publik. Rusia tercatat pernah menggunakan teknik ini demi mendapatkan dukungan publik pada perang melawan Gorgia, tahun 2008, dan serangan ke Ukhraina yang dimulai pada tahun 2014 silam. 

Critical Thinks

Masyarakat hari perlu untuk berpikir lebih kritis. Tidak menelan mentah-mentah informasi yang berseliuran, serta tidak mudah percaya pada konten-konten yang viral. Pemahaman wacana perlu ditingkatkan. Analisis yang mendalam sebelum menarik kesimpulan adalah solusi yang paling cemerlang. Kemampuan berpikir kritis adalah modal utama untuk hidup dewasa ini, jika tidak ingin terjebak dalam papan catur. 




Tidak ada komentar